Netanyahu Berjanji Aneksasi Tepi Barat Jika Menang Pemilu

Netanyahu Berjanji Aneksasi Tepi Barat Jika Menang Pemilu

KOMPASCOM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji jika terpilih ulang akan jalankan aneksasi terhadap sebagian lokasi di Tepi Barat. Janji ini ia sampaikan terhadap Selasa sementara setempat (10/9).

Seperti dilaporkan The Jerusalem Post, lokasi yang menjadi targetnya adalah Yudea dan Samaria, juga Lembah Yordania dan Laut Mati anggota utara. Sebanyak 30 % dari Tepi Barat merupakan area-area tersebut.

Pada Pemilu pada mulanya yang berlangsung tidak cukup dari enam bulan lalu, Netanyahu mendapatkan kemenangan tapi tidak sanggup membentuk koalisi. Kali ini, ia berharap sanggup melakukannya yang sekaligus akan menjadi periode kelimanya sebagai Perdana Menteri.  DEPOSIT VIA PULSA

Netanyahu mengatakan siap menjalankannya

Pernyataan Netanyahu tersebut disampaikan dalam sebuah kampanye yang ditayangkan televisi Israel menjelang Pemilu terhadap 17 September mendatang.
“Ada satu daerah di mana kami dapat memberlakukan kedaulatan Israel secepatnya sehabis Pemilu,” ucapnya, seperti dilansir BBC.

Jika aku mendapatkan dari kalian, warga Israel, sebuah mandat yang paham untuk melakukannya…  DEPOSIT JUDI VIA PULSA
hari ini aku umumkan aku punya niat memberlakukan kedaulatan pemerintahan Israel berikutnya terhadap Lembah Yordania dan Laut Mati bagian utara.”

 

Netanyahu termasuk menginformasikan bahwa dirinya dapat menganeksasi seluruh pemukiman Yahudi di Tepi Barat namun rencana ini wajib menanti keputusan Trump berkenaan kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.
Berdasarkan laporan, keputusan itu dapat disampaikan Gedung Putih menjelang Pemilu. DEPOSIT JUDI VIA GOPAY

“Selama sebagian bulan terakhir, saya memimpin usaha diplomatik, dan sepanjang sebagian hari ini, syarat-syarat diplomatik sudah siap.
Tambahnya, merujuk kepada pertemuan bersama dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper di London dan juga komunikasi via telephone bersama dengan Wakil Presiden Mike Pence.

Amerika Serikat tidak banyak berkomentar

Menurut sumber yang dikutip The Jerusalem Post, pejabat Israel sudah mengumumkan janji Netanyahu kepada Gedung Putih sebelum saat pidato terjadi. Washington sendiri tidak banyak berkomentar untuk merespons apa yang sudah dikatakan oleh Netanyahu di dalam janji politiknya.

“Tidak ada perubahan di dalam kebijakan Amerika Serikat pas ini. Kami bakal mempublikasikan visi perdamaian kami sesudah Pemilu Israel dan bekerja untuk menetapkan jalur paling baik fungsi menghadirkan keamanan, kesempatan, serta stabilitas yang sudah lama dinantikan di kawasan,” kata Gedung Putih.

Pejabat senior, Hanan Ashrawi, mengungkapkan yang sama. Kepada AFP, ia menuding Netanyahu “tidak cuma menghancurkan two-state solution, tapi terhitung seluruh peluang damai.
Ia menggarisbawahi bahwa “ini adalah suatu pengubah permainan secara total”. DEPOSIT JUDI VIA OVO

Sedangkan diplomat Palestina, Saeb Erekat, mencuitkan,”Kita perlu mengakhiri konflik dan bukannya mempertahankannya untuk 100 tahun ulang layaknya yang direncanakan Netanyahu.
Ingatlah bahwa aneksasi di bawah hukum internasional adalah sebuah kejahatan perang.”

Israel sendiri sudah mendiami kawasan Tepi Barat, Jalur Gaza, Dataran Tinggi Golan, dan juga Yerusalem Timur sejak 1967. 13 tahun kemudian, tepatnya pada 1980, Israel mencaplok Yerusalem Timur.
Setahun setelahnya, giliran Dataran Tinggi Golan yang menjadi sasaran. Meski mendapat kecaman internasional, tidak dulu tersedia sanksi berat yang dijatuhkan kepada Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *