Mark Zuckerberg Dianggap Orang Paling Berbahaya di Dunia, Mengapa?

Mark Zuckerberg Dianggap Orang Paling Berbahaya di Dunia, Mengapa?

KOMPASCOM – Sebagai pendiri sekaligus CEO Facebook, perusahaan yang memegang miliaran information orang di dunia, memicu Mark Zuckerberg diakui miliki kebolehan yang luar biasa. Tidak heran jikalau ia dinobatkan menjadi orang paling beresiko di dunia oleh seorang profesor bernama Scott Galloway.
Ia merupakan profesor di Sekolah Bisnis New York University Stern.

Galloway membuktikan pendapatnya ini dalam ‘Bloomberg Markets: The Close’ terhadap Rabu (7/8).
Kini, kuantitas pengguna Facebook telah raih angka lebih dari 2 miliar.  DEWA JUDI KARTU VIA OVO 

Belum lagi jikalau digabung bersama dengan dua aplikasi terkenal lain milik mereka, WhatsApp dan Instagram, yang diyakini angkanya dapat raih 2,7 miliar.

Data selanjutnya pasti menjadi ancaman penyalahgunaan jikalau Facebook tidak mengamankan sebagaimana mestinya. Terlebih lagi sehabis keluar konsep penyatuan Instagram dan WhatsApp ke dalam satu platform

Facebook yang memetik banyak kritik. DEWA JUDI KARTU VIA PULSA

Menurut Galloway, trick itu dapat menyebabkan Mark Zuckerberg memiliki kebolehan yang lebih berbahaya lagi. Ia risau apa yang dijalankan Zuckerberg pada platform-nya, kecuali digabungkan, tentu akan berdampak pada manusia sentero Bumi.

“Mark Zuckerberg tengah mencoba untuk mengenkripsi Info pada WhatsApp, Instagram dan platform lainnya seperti Facebook, agar ia memiliki satu tulang punggung jaringan komunikasi di 2,7 miliar orang,” kata Galloway, seperti dikutip berasal dari CNBC Make It.

Langkah ini dinilai tidak benar mengingat penggabungan ketiga aplikasi fasilitas sosial ini tidak akan ulang memberikan keanekaragaman media.

Di sisi lain, pengguna terhitung kudu jelas bahwa ketiga fasilitas sosial itu dijalankan oleh satu proses algoritma yang dikendalikan oleh satu sistem.
“(Zuckerberg) belum perlihatkan kemampuan, atau kemauan, untuk menegaskan mesin pemanfaatan information tidak akan disalahgunakan (berulang kali) oleh pihak jahat,” kata Galloway.

Sejumlah komentar yang mengkritik rencana integrasi Facebook, Instagram, dan WhatsApp, juga sudah ramai terdengar. Namun ini bukan gara-gara terlihat rencana penggabungan ketiga sarana dalam satu platform, namun gara-gara banyak pihak yang sudah lihat betapa bahayanya kebolehan Facebook sendiri tanpa dua anak perusahaannya.
Lalu, siapa yang wajib disalahkan? Galloway menyebut bahwa pemerintah Amerika Serikat. DEWA JUDI VIA GOPAY

Punya andil yang besar pada kebolehan yang dimiliki oleh Mark Zuckerberg, khusunya otoritas perdagangan (Federal Trade Commission/FTC) yang mengizinkan Facebook mengakuisisi Instagram dan WhatsApp.

“Saya pikir kami seluruh kini menyesali perihal itu,” kata Galloway.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *