Sultan Brunei Kembalikan Gelar Kehormatan Universitas Oxford

Sultan Brunei Kembalikan Gelar Kehormatan Universitas Oxford

KOMPASCOM – Sultan Brunei Hassanal Bolkian mengembalikan gelar kehormatan berasal dari Universitas Oxford di Inggris. Langkah ini dilakukannya setelah beroleh protes berasal dari publik Barat berkaitan penerapan hukum Syariah di Brunei, juga hukuman mati bagi pelaku homoseksual.

Diberitakan Reuters, Jumat (24/5), di awalnya ada nyaris 120 ribu orang di tandatangani petisi yang meminta Oxford menarik gelar yang diberikan pada 1993 itu. Sesuai prosesnya, Oxford lantas lakukan peninjauan atas permintaan publik tersebut.

Namun tanpa diduga, Sultan Brunei mengembalikan sendiri penghargaan tersebut kepada Oxford pada 6 Mei. Hal ini baru diketahui pada Kamis pekan ini.

“Sebagai bagian berasal dari proses peninjauan, pihak kampus menulis pemberitahuan kepada Sultan pada 26 April 2019, meminta pandangannya untuk disampaikan pada 7 Juni 2019,” tulis pernyataan Oxford. POKER PULSA 

“Melalui surat tertanggal 6 Mei 2019, Sultan membalas bersama dengan keputusannya mengembalikan gelar tersebut,” lanjut Oxford

Sultan Hassanal Bolkiah memetik kecaman publik Barat dikarenakan keputusannya menerapkan hukuman Syariah bagi hubungan seks sesama tipe di Brunei th. ini. Di antara hukumannya adalah rajam dan mati bagi pelaku sodomi, perzinahan, dan perkosaan. SITUS POKER GOPAY 

Kecaman terhitung singgah berasal dari PBB. Para selebritis dunia terhitung menyerukan boikot hotel-hotel milik Brunei di luar negeri, terhitung Dorchester di London dan Beverley Hills Hotel di Los Angeles.

Brunei adalah negara pertama di Asia yang menerapkan Syariah sebagai hukum nasional pada 2014. Berbagai desakan ini pada akhirnya memicu Sultan memoratorium keputusan hukuman mati bagi pelaku homoseksual. Walau hukuman mati tercantum di dalam undang-undang Brunei, tetapi negara itu belum mengeksekusi satu tahanan pun sejak 1957.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *