Filosofi Bunga Plum Blossom yang Mekar di Bulan Maret

Filosofi Bunga Plum Blossom yang Mekar di Bulan Maret
Filosofi Bunga Plum Blossom yang Mekar di Bulan Maret
Filosofi Bunga Plum Blossom yang Mekar di Bulan Maret

KOMPASCOM Filosofi Bunga Plum Blossom yang Mekar di Bulan Maret. Plum blossom yang di dalam bahasa Mandarin di kenal Mei Hua merupakan dekorasi yang umum di gunakan pada saat imlek atau tahun baru China. Ternyata plum blossom merupakan simbol penting dalam kebudayaan Tiongkok yang memiliki arti dan makna yang bisa di ambil.

Berikut Filosofi Bunga Plum Blossom yang Mekar di Bulan Maret.

1. Simbol harapan baru

Memasuki bulan Maret beberapa negara seperti China dan Jepang memasuki musim semi. Musim semi di tandai dengan mekarnya kuncup bunga yang juga berarti berakhirnya musim dingin yang keras.
Saat angin musim dingin menyisakan pepohonan hanya dengan ranting pada awal bulan Maret bunga plum blossom mulai bermekaran. Dengan bermekarannya bunga plum blossom menandakan musim semi telah tiba yang identik dengan muncul harapan baru.

Saat suhu semakin dingin dan angin bertiup kencang. Pohon plum blossom tetap bertahan dan seiring berjalannya waktu. Kuncup bunga mulai bermunculan dan mekar satu persatu.
Seperti plum blossom yang tetap tegar saat hidup dan tekanan semakin berat. Tetaplah percaya bahwa masih ada harapan baru bahwa akan selalu ada hikmah di balik cobaan dan masalah yang ada.

2. Menyimbolkan kasih ibu sepanjang masa

Seperti lagu kasih ibu sepanjang masa. Bunga plum blossom juga menyimbolkan kasih ibu yang tetap bertahan di saat sukar sekalipun. Karakter pertama dari penulisan bunga plum blossom Mei dalam bahasa mandarin adalah radikal Mu yang berarti ibu.

Layaknya seorang ibu yang mengasihi anaknya baik saat senang maupun sedih. Pohon plum blossom tetap bertahan di musim yang keras sekalipun. Bahkan pada saat dedaunan pohon yang lain belum bermunculan. Bunga plum blossom merupakan salah satu bunga yang terlebih dahulu muncul dan mekar di bandingkan tanaman lainnya.

3. Kekuatan dan ketegaran

Bagi sebagian wilayah yang berada di bagian utara bumi musim dingin merupakan musim terkeras dan tersulit di sepanjang tahun. Saat musim dingin siang terasa lebih pendek dengan durasi malam yang lebih panjang di banding pada musim lainnya.
Bahkan pada beberapa wilayah di China suhu pada musim dingin bisa mencapai di bawah minus 0 derajat celcius. Oleh karenanya wajar apabila beberapa orang berpendapat bahwa musim dingin merupakan musim tersukar di sepanjang tahun.

Plum blossom merupakan salah satu jenis pohon yang bertahan dalam dinginnya musim dingin. Ini di sebabkan akar pohon plum blossom yang tertanam kuat sampai kedalaman beberapa meter di dalam tanah. Akar yang kuat tertanam membuat pohon plum blossom bisa bertahan di terpa tiupan angin dan suhu yang dingin.

4. Keindahannya memberikan kebahagiaan di sekelilingnya

Memasuki bulan Maret beberapa negara mulai menyajikan wisata menikmati keindahan bunga salah satunya negara Jepang dan China. Pada musim ini banyak orang rela merogoh kantong yang tidak sedikit untuk bisa mengagumi indahnya bunga yang bermekaran.

Di Jepang sendiri banyak keluarga akan berkumpul untuk menikmati keindahan bunga yang di kenal dengan istilah hanami. Sedangkan di Indonesia bunga plum blossom sakura mei hua. Banyak di jadikan dekorasi pada saat imlek atau tahun baru Cina karena keindahannya.
Plum blossom merupakan salah satu bunga yang menjadi obyek wisata pada musim semi. Keindahan yang muncul dari dalam bisa memberikan kebahagiaan bagi orang di sekitarnya layaknya bunga plum blossom yang mekar dengan indahnya.

5. Semerbak harumnya tetap tersimpan di kenangan

Selain keindahannya ternyata bunga plum blossom juga memiliki harum bunga yang manis. Bahkan ada beberapa produsen parfum yang mengemas keharuman plum blossom menjadi salah satu varian parfum. Seseorang pernah berkata “perbuatan kasih yang membekas bagi seseorang ibarat suatu keharuman yang akan tetap tertinggal walau waktu telah berlalu.”

Bunga plum blossom yang harum bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk tetap berusaha berbuat baik kepada sesama. Sehingga keharumannya bisa tetap terkenang. Karena apa yang di tabur itulah yang di tuai. Taburlah yang baik sehingga kelak kita bisa menuai yang baik juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *