Perbukitan Danau Toba Rawan Longsor Karena Dugaan Pembalakan Liar

Kompascom Perbukitan Danau Toba Rawan Longsor Karena Dugaan Pembalakan Liar. Puing-puing dari tanah longsor yang dikhawatirkan disebabkan oleh praktik pembalakan liar telah beberapa kali menutupi Jembatan Siduadua di jalan raya Trans Sumatra di Kecamatan Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Selama hampir tiga minggu sejak 18 Desember tahun lalu, ketika tanah longsor pertama kali melanda. Lalu lintas di jembatan yang menghubungkan Pematang Siantar dan resor wisata terkenal Danau Toba terganggu oleh puing-puing, memaksa ribuan pelancong mencari rute alternatif dengan menyeberang. Danau.

Hanya sejak hari Minggu lalu lintas kembali normal setelah tim gabungan membersihkan puing-puing yang beratnya lebih dari 100 ton. deposit via pulsa

Direktur eksekutif Forum Indonesia untuk Lingkungan (Walhi) cabang Sumatera Utara, Dana Prima Tarigan. Mengatakan bahwa tanah longsor tetap menjadi ancaman besar bagi kawasan hutan di sekitar perbukitan Danau Toba karena praktik penebangan liar yang merajalela.

“Orang-orang yang tinggal di sekitar Danau Toba, termasuk yang di Sibaganding, harus berhati-hati karena lebih banyak tanah longsor dapat terjadi kapan saja,” kata Dana kepada The Jakarta Post, Senin.

Dia meyakinkan bahwa tanah longsor yang sering mempengaruhi Jembatan Siduadua di Sibaganding tidak hanya disebabkan oleh hujan. Dia menyebut sebagai contoh longsor yang terjadi pada akhir tahun lalu yang tidak dilanjutkan hujan.

Dia mengatakan Walhi sering menerima laporan dari penduduk setempat tentang kegiatan pembalakan liar di Sibaganding. Truk dilaporkan masuk dan keluar dari hutan lindung, membawa batang.

“Instansi pemerintah dan penegak hukum yang relevan harus mengambil tindakan tegas terhadap praktik ilegal,” kata Dana.

Kepala Kepolisian Sumatera Utara Insp. Jenderal Agus Andrianto mengatakan bahwa polisi belum tahu pasti apa yang ada di balik seringnya tanah longsor di daerah Danau Toba. “Kami sedang menyelidiki itu,” katanya. poker 99 

Kepala divisi pemasaran Badan Pariwisata Sumatera Utara, Muchlis, mengatakan tanah longsor telah sangat memengaruhi industri pariwisata. Dia mengatakan jumlah kunjungan wisatawan turun 30 persen sejak puing-puing tanah longsor menutupi jalan akses ke Danau Toba.

“Jika dilanjutkan, [tanah longsor] akan menciptakan masalah baru bagi pariwisata Danau Toba,” kata Muchlis

Tanah longsor pertama pada 18 Desember di Sibaganding terjadi sekitar jam 4:45 sore, meliputi beberapa kendaraan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden itu.

Tanah longsor lain terjadi pada 30 Desember di tempat yang sama. Diikuti oleh tanah longsor yang lebih besar dua hari kemudian, menghalangi akses ke Parapat, Danau Toba.

Muchlis khawatir waduk air besar di atas bukit juga bisa runtuh.

“Ini berbahaya. Kami ingin menyelesaikan ini segera, “katanya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan bahwa bencana hidrometeorologis. Seperti banjir, tanah longsor dan putung beliung (tornado kecil) akan terus mendominasi dan membentuk sekitar 95 persen dari total bencana tahun ini.

Deforestasi dan kerusakan DAS telah berkontribusi pada meningkatnya jumlah bencana hidrometeorologis selama bertahun-tahun. Lahan kritis yang tinggi, yang didefinisikan oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan sebagai lahan yang memiliki fungsi yang berkurang secara ekologis, juga merupakan faktor yang berkontribusi.

 

 

Artikel ini dipersembahkan oleh V9POKER | V9NEWS – JUDI ONLINE – AGEN JUDI ONLINE TERPERCAYA – SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA – JUDI POKER ONLINE – JUDI CEME ONLINE – JUDI CAPSA ONLINE – JUDI DOMINO ONLINE – AGEN POKER ONLINE – AGEN CEME ONLINE – AGEN CAPSA ONLINE – AGEN DOMINO ONLINE – CAPSA SUSUN – JUDI CAPSA SUSUN – V9PORN – DEPOSIT VIA PULSA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *