Akibat Cuitan Gawat Dubes Saudi

Cuitan Gawat Dubes Saudi

KompasCom – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj, segera menggelar rapat dengan pengurus harian organisasinya, Senin (3/12), begitu mendengar kabar soal cuitan gawat Duta Besar Arab Saudi, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuhaibi.
Bagaimana tak gawat kalau ormas pemuda Nahdlatul Ulama, GP Ansor, secara tak langsung disinggung sebagai “kelompok sesat” oleh sang Dubes. Bagi NU, ini soal besar.
Meski cuitan Osama―yang ia tuliskan di Twitter pada Minggu (2/12), bertepatan dengan Reuni 212―sudah diubah, Said Aqil telah menyimpan tangkapan layar atau screenshoot versi awalnya.
Ia juga sudah mendapat konfirmasi dari pemerintah Indonesia bahwa cuitan tersebut memang benar berasal dari akun resmi Osama. Deposit Judi Pulsa

Cuitan Gawat Dubes Saudi
Cuitan Gawat Dubes Saudi

 

Cuitan awal Dubes Osama menyebut Reuni 212 berlangsung sebagai “reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh kelompok sesat sebulan yang lalu.”
Bendera tauhid yang disinggung Osama itu disebut pembakarnya—anggota Banser yang merupakan badan otonom NU dari GP Ansor—sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia, organisasi yang telah dibubarkan pemerintah Indonesia pada Juli 2017 karena dinilai menganut ideologi tak selaras dengan Pancasila. Insiden itu terjadi pada Oktober lalu.

Tak pelak, cuitan Osama soal “kelompok sesat” pembakar bendera tauhid bikin riuh. Namun setelah lima jam mengudara di lini masa Twitter, konten cuitan diubah. Diksinya tak lagi mengungkit soal pembakaran bendera tauhid , melainkan “berkumpulnya jutaan manusia dalam rangka persatuan Islam.”

Masalahnya, cuitan awal kadung viral. Menurut Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, cuitan itu dikutip dua media internasional, yakni Ajel News asal Saudi, dan Al Jazeera Arab Saudi.
Saat Reuni 212, kedua kantor berita Timur Tengah itu memang datang meliput. Mereka melakukan reportase langsung via televisi, juga menerbitkan laporan dalam bentuk artikel. Namun pada berita-berita di Al Jazeera, kumparan tak menemukan teks yang memuat cuitan Osama sebagai rujukan. Deposit Via  Pulsa
Walau begitu, NU menganggap cuitan sang Dubes tetap tak boleh disepelekan karena berpotensi memunculkan kesalahpahaman di ranah internasional terkait Nahdlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor.

Demonstran Reuni 212
Demonstran Reuni 212

AKIBAT CUITAN TERSEBUT

Dua perkara pokok yang menjadi keberatan NU terhadap cuitan Osama itu ialah: pertama, ia secara implisit menuding GP Ansor dan NU sebagai pemicu Reuni 212; kedua, ia menyebut kelompok pembakar bendera tauhid sebagai organisasi sesat.
“Jelas yang dituduh dalam hal ini adalah GP Ansor, atau mungkin Nahdlatul Ulama. Maka kami protes,” kata Helmy di kantor PBNU, Jakarta, Senin (10/12).

Yaa Lal Wathan yang berarti “Cinta Tanah Air” ialah lagu patriotis karya salah satu pendiri NU, KH Wahab Hasbullah. Namun, melantunkan lagu itu sembari melakukan sa’i tidak diperkenankan pemerintah Saudi.
KBRI Riyadh ketika itu merespons cepat protes Saudi dengan menyebut apa yang dilakukan para jemaah umrah tersebut sebagai “tindakan di luar kepatutan dan berpotensi mengganggu hubungan diplomatik Indonesia-Arab Saudi.”
Kini, tambahan insiden soal cuitan Dubes Osama mengancam hubungan Saudi dan NU kembali memasuki masa tegang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *