Denmark Akan Kirim Imigran Ilegal ke Pulau Buangan Hewan Sakit

Kirim Imigran Ilegal ke Pulau Buangan Hewan Sakit

KompasCom –¬†Pemerintah Denmark berencana mengirim para imigran ilegal ke sebuah pulau terpencil bekas tempat membuang hewan-hewan sakit. Kelompok hak asasi manusia mengecam rencana yang menurut mereka tidak manusiawi ini.
Diberitakan AFP, Selasa (4/12), rencana “membuang” para imigran ilegal ke pulau Lindholm yang berjarak 80 km sebelah selatan Kopenhagen disetujui oleh pemerintah dan Partai Rakyat Denmark serta mayoritas anggota parlemen pada Jumat lalu. Deposit Via Pulsa

Politikus Partai Rakyat Denmark Martin Henriksen mengatakan partainya mendukung rencana itu untuk mencegah para imigran memadati negara mereka. “Ini adalah sinyal bagi dunia bahwa Denmark tidak menarik bagi migran,” kata Henriksen kepada AFP.

Imigran Ilegal
Imigran Ilegal

Pulau Lindholm sejak 1926 hingga awal tahun ini digunakan sebagai tempat buangan bagi hewan-hewan yang menderita sakit menular berbahaya, biasanya babi atau sapi. Di pulau yang memiliki fasilitas laboratorium ini, hewan-hewan tersebut diisolasi dan jadi bahan penelitian para dokter hewan dari berbagai universitas.
Berdasarkan rencana pemerintah, pulau tersebut akan didekontaminasi hingga akhir 2019. Setelah dekontaminasi selesai, akan didirikan fasilitas penampungan imigran yang bisa memuat sekitar 100 orang hingga 2021. Deposit Judi Pulsa
Nantinya, para imigran yang ditolak suakanya namun tidak bisa dideportasi dan mereka yang memiliki catatan kriminal akan ditempatkan di pulau ini.

Pulau yang terisolasi
Pulau yang terisolasi

Para aktivis HAM mengatakan keputusan tersebut tidak manusiawi. Pusat detensi imigran di negara itu, juga dianggap memiliki kondisi yang buruk.
“Kami mendesak pemerintah dan Partai Rakyat Denmark menghentikan rencana itu dan meningkatkan kondisi bagi para pencari suaka yang ditolak di Denmark,” kata aktivis dari gerakan Stop Diskrimination, Steen D. Hartmann.
Namun menurut Henriksen, mereka tetap akan menjalankan rencana tersebut. Rencana ini, kata dia, terinspirasi dari Australia yang menyewa pulau di negara tetangga untuk menempatkan para imigran ilegal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *