Sandi Sesalkan Pembunuhan Akibat Pilpres: Beda Pilihan Sangat Lazim

Sesalkan Pembunuhan Akibat Pilpres: Beda Pilihan Sangat Lazim

sekop123.com
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno

KompasNews –¬†Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menyayangkan peristiwa pembunuhan di Sampang, Madura, Jawa Timur, akibat beda pilihan di Pilpres 2019. Menurut Sandi, perbedaan pilihan politik merupakan sesuatu yang lazim dan biasa terjadi.

“Saya selalu bilang kalau kampanye harus damai menjaga ukhuwah kita, islamiyah dan wathaniyah. Kalau beda pendapat apalagi beda pilihan sangat lazim. Jangan disikapi dengan begitu negatif,” kata Sandi di Masjid Jami Annur, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (30/11).

Sandi mengungkapkan setiap orang sudah memiliki takdirnya masing-masing yang akan dilalui. Karena itu, Sandi menganggap masyarakat tak perlu bertengkar terkait persoalan perbedaan pilihan politik.

“Hidup ini senda gurau sebetulnya. Hidup ini harus kita yakini bahwa semuanya sudah tertulis di lauhul mahfudz. Jadi buat apa masyarakat saling gontok-gontokan,” ujar dia.
Ia menjelaskan, sudah ada komitmen untuk mewujudkan kampanye Pilpres yang damai dan sejuk. Komitmen itu diharapkan turut dilaksanakan oleh masyarakat agar menurunkan tensi politik dan tak terprovokasi dengan adanya perbedaan pilihan.

“Kalau kita komitmen dengan kampanye damai, sejuk, kita harus turunkan tensi politik kita. Jangan saling memprovokasi, itu harapan kita ke depan,” ucap Sandi.
Sandi kemudian mengajak agar masyarakat dapat menghargai perbedaan yang ada. Dari perbedaan itulah diharapkan dapat membangun Indonesia yang lebih baik.
“Mari kita justru gunakan perbedaan kita ini untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tutup Sandi.

sekop123.com
Tersangka Pembunuhan Beda Pendapat Pilpres

Sebelumnya, seorang pria bernama Subaidi (35) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, meninggal dunia usai ditembak Idris (30). Pembunuhan terjadi karena unggahan korban di Facebook soal Pilpres 2019.

Kasus ini bermula dari komentar di akun Facebook seseorang yang mem-posting soal Pilpres 2019. Dalam unggahan itu, berisi video yang dalamnya ada rekaman Idris sedang beradu mulut dengan seseorang. Ada komentar dan perkataan kasar hingga mengancam Subaidi yang terekam dalam sebuah video. Video tersebut kini tak lagi beredar di FB.

Merasa sakit hati, Idris mendatangi Subaidi yang diketahui sebagai pengunggah video, dan terjadilah perkelahian di antara keduanya. Merasa terpojok dan tak mau kalah, pelaku mengeluarkan senjata api jenis pen gun dan menembak korban hingga tewas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *