Warisan Depok dilestarikan melalui 360 derajat lensa

Kompascom Warisan Depok dilestarikan melalui 360 derajat lensa. Tim layanan masyarakat Universitas Indonesia baru-baru ini memprakarsai program yang ditujukan. Untuk melestarikan bangunan warisan di Depok, Jawa Barat, yang dikenal sebagai Depok Lama. Mereka menggunakan realitas virtual dan kamera 360 derajat untuk merekam dan memamerkan sejarah bangunan tua.

Depok Lama, terutama di distrik Pancoran Mas, menampilkan beberapa bangunan awal abad ke-19 dari era kolonial Belanda, meskipun 75 persen bangunan telah dihancurkan untuk memberi jalan bagi konstruksi modern.

Tim telah memasukkan tujuh gedung dalam proyek percontohan, yaitu gereja GPIB Immanuel dari abad ke-18; gedung Cornelis Chastelein Foundation (YLCC), yang dulunya adalah sebuah pastoran gereja, gedung Eben Haezer, bekas gedung pertemuan umum; SDN Pancoran Mas 2 sekolah dasar, dulunya Sekolah Eropa Depok; bangunan pemerintah kolonial yang sekarang adalah Rumah Sakit Harapan; Stasiun kereta Depok Lama dan rumah pemimpin terakhir Depok, rumah presiden.

Depok, yang terletak sekitar 20 kilometer selatan Jakarta, adalah rumah bagi sekitar 800 keluarga yang merupakan keturunan budak tuan tanah Belanda Cornelis Chastelein.

Chastelein mewariskan tanah Depok kepada para budak setelah kematiannya pada 1741.

“Proses pencatatan dan konservasi digital saat ini sedang dalam proses pengembangan dan penyesuaian,” kata tim UI dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa. Tim ini terdiri dari dosen dan ahli dari berbagai departemen UI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *