BI merumuskan tujuh kebijakan untuk membantu ekonomi pada 2019

Kompascom BI merumuskan tujuh kebijakan untuk membantu ekonomi pada 2019. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjoyo mengatakan pada hari Selasa bahwa BI akan membantu menstabilkan ekonomi di tengah ketidakpastian global dengan memperkenalkan tujuh kebijakan utama pada 2019.

Pertama, BI berencana untuk fokus pada kebijakan moneternya saat ini untuk menjaga stabilitas inflasi, yang ditetapkan sekitar 3,5 persen. Sambil menjaga nilai tukar rupiah pada nilai fundamentalnya.

“Kami akan mempertahankan kebijakan moneter preemptif, menjelang kurva pada tahun 2019,” kata Perry di Jakarta pada hari Selasa 

Kedua, bank sentral berencana untuk fokus pada kebijakan makroprudensial untuk mendorong intermediasi perbankan dan menjaga sistem keuangan yang tangguh melalui pengawasan ketat terhadap bank-bank besar dan perusahaan.

“Ketiga, sistem pembayaran akan dikembangkan untuk memungkinkan transaksi yang lebih lancar, lebih efisien dan aman. Baik tunai maupun tanpa uang tunai, dan untuk mendukung pengembangan ekonomi digital,” kata Perry.

Keempat, BI akan mendorong percepatan pendalaman pasar keuangan dan memperluas pembiayaan melalui inovasi dalam instrumen keuangan. Terutama yang membantu mengembangkan infrastruktur.

Kelima, BI akan mendukung pengembangan ekonomi syariah dan keuangan syariah. Keenam, BI akan mengambil bagian dalam ekspansi usaha mikro, kecil dan menengah dengan mengendalikan inflasi dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

Terakhir, kata Perry, BI akan mengambil bagian dalam meningkatkan citra Indonesia dengan memainkan peran aktif dalam merumuskan kebijakan di lembaga internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *