Sebelum Dibunuh, Levie Prisilia Lakukan Ritual Dupa dengan Pelaku

KompasNews –¬†Kepolisian Resor (Polres) Banjar menggelar siaran pers usai menangkap pembunuh Levie Prisilia (35), Herman Bin Daryanto. Polisi mengatakan, Herman mengaku menggorok Levie karena tersinggung dengan ucapannya saat bertemu di dalam mobil Levie, Suzuki Swift bernomor polisi DA 1879 TN

Sebelum kejadian, Levie sempat mengontak pelaku untuk bertemu membahas acara ritual agar ia dan suaminya semakin mesra sekitar pukul 14.00 WITA pada Kamis (22/11). Awalnya ritual bakar dupa akan dilakukan di kamar Hotel Aston Banua, namun karena kamar hotel penuh maka ritual pindah ke mobil Levie.

Levie memang percaya bahwa pelaku punya keahlian spiritual khusus terkait masalah itu.

“Usai keluar penjara dua hari lalu, tersangka ternyata bertemu korban. Dan dimintai bantuan oleh korban agar hubungan dengan suaminya makin harmonis,” kata Kepala Polres Banjar, Takdir Mattanete, usai siaran pers di Mapolsek Gambut kepada banjarhits.ID, Sabtu (24/11).

Namun saat keduanya bertemu, ungkap Takdir, Levie merasa dibohongi Herman. Levie pun marah hingga memaki-maki dan menampar Herman.

Tersangka pembunuhan berhasi di bekuk polisi

Korban menampar lantaran merasa dibohongi oleh Herman sebagai tukang jasa spritual,” ucap Takdir.
Kemudian Herman membalas perlakuan tersebut dengan menusuk perut dan leher Levie menggunakan gunting, lalu mencekiknya dengan sehelai kain. Berdasarkan keterangan Herman, polisi memastikan tidak ada motif masalah hubungan asmara antara Herman dan Levie.

“Motif tersangka murni karena marah karena dikatai (dimaki) oleh korban,” kata Takdir.
Akibat perbuatannya, Herman dijerat Pasal 338 Jo 365 KUHP tentang pembunuhan dan pencurian dengan kekerasaan, dengan ancaman hukuman 15 dan 9 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *