Kasus Ditemukannya Sampah dalam Perut Paus Mati

KompasCom –¬†Kasus kematian paus sperma di Wakatobi semakin menegaskan ancaman bahaya dari sampah plastik terhadap para penghuni lautan, termasuk paus. Sampah plastik seberat 5,9 kilogram ditemukan dalam perut bangkai paus yang ditemukan di Wakatobi tersebut.

Ironisnya, ini bukan pertama kalinya sampah plastik ditemukan di perut paus yang mati dan terdampar di daratan. Menurut Sheyka N Fadela, Marine Species Conservation Assistant dari WWF Indonesia.

Alasan lain mengapa plastik menjadi musuh paus adalah karena plastik dapat menimbulkan efek kenyang sehingga paus tidak mau makan padahal plastik tidak bernutrisi. Selain itu, bahan kimia dalam plastik juga dikhawatirkan dapat menjadi racun bagi paus. Berikut adalah beberapa kasus ditemukannya sampah di dalam perut paus yang sudah mati.

Paus sperma di Spanyol mati setelah menelan 30 kilogram sampah

Pada Februari 2018, seekor paus anak-anak yang memiliki ukuran 10 meter ditemukan mati di El Valle Wildlife Recovery Centre, Spanyol. Laporan dari ABC menyebut, hasil nekropsi dari paus tersebut menemukan bahwa paus malang itu mati akibat menelan 30 kilogram sampah yang berupa kantong plastik, tali rafia, tambang, jaring, bahkan sebuah gentong.
Sampah tersebut menyebabkan terjadinya peritonitis, peradangan pada jaringan di perut yang terjadi karena infeksi ataupun karena adanya lubang di usus.

Penutup mesin mobil ditemukan dalam perut paus di Jerman

13 paus sperma yang berusia antara 10 hingga 15 tahun dan semuanya jantan, ditemukan mati terdampar di Schleswig-Holstein, Jerman pada 2016. Dilansir National Geographic, hasil nekropsi menunjukkan bahwa paus-paus ini terdampar karena tersesat dan akhirnya mati setelah mengalami gagal jantung.
Hasil nekropsi menunjukkan bahwa paus-paus tersebut menelan berbagai macam sampah manusia, antara lain jaring untuk menangkap udang sepanjang 13 meter, penutup mesin mobil yang terbuat dari plastik, dan sisa-sisa dari ember plastik.

Paus di Norwegia menelan lebih dari 30 kantong plastik

Paus berparuh Cuvier ditemukan sekarat di pesisir Norwegia pada tahun 2017. Mengingat paus tersebut dalam keadaan sakit dan tidak akan bisa bertahan hidup, maka akhirnya diputuskan untuk dilakukan euthanasia terhadap paus tersebut.

Setelah dilakukan nekropsi, dikutip dari The Telegraph, ditemukan bahwa paus tersebut telah menelan lebih dari 30 kantong plastik dan plastik jenis lainnya. Seorang ahli zoologi yang melakukan studi terhadap paus tersebut menemukan bahwa plastik telah menyumbat usus paus tersebut dan menyebabkan rasa sakit.

Paus pilot mati karena menelan 4 kilogram plastik di Malaysia

Seekor paus pilot berukuran 4 meter yang diduga baru berusia dua atau tiga tahun terdampar dan akhirnya mati di Teluk Dayang, Malaysia. Tim dari Sabah Wildlife Department mengatakan kepada The Rakyat Post bahwa paus tersebut telah menelan plastik seberat 4,25 kilogram yang terdiri dari 21 kantong plastik kecil, 11 lembaran plastik, wadah deterjen, dan plester untuk barikade sepanjang enam meter.

Sampah tersebut diduga merusak mukosa lambung paus sehingga ia tidak dapat mencerna makanan. Akibatnya, paus tersebut mengalami malnutrisi dan gangguan pernapasan hingga akhirnya mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *