Basarnas mengakhiri pencarian untuk korban kecelakaan Lion Air

Kompascom Basarnas mengakhiri pencarian untuk korban kecelakaan Lion Air. Badan Penelusuran dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) menghentikan pencarian korban penerbangan Lion Air JT610 pada hari Sabtu. Hampir dua minggu setelah pesawat menabrak Laut Jawa dengan 189 orang di dalamnya.

“Indikator keberhasilan operasi pencarian adalah korban, tidak ada yang dapat ditemukan oleh tim sejak Jumat siang hingga sekarang Sabtu. Itulah mengapa saya menyimpulkan bahwa sekarang operasi pencarian sudah berakhir,” kata kepala Basarnas Marshal M. Syaugi. pada hari Sabtu dalam siaran pers.

Basarnas telah memperluas area pencarian di Pantai Tanjung Pakis di Karawang, Jawa Barat. Tetapi tidak berhasil, kata Syaugi yang juga menawarkan permintaan maaf kepada keluarga korban.

“Sepanjang misi, tim pencari habis-habisan,” katanya. “Kami menaruh hati kami dalam pekerjaan kami. Kami bisa merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga korban khususnya, dan seluruh bangsa pada umumnya. ”

Basarnas telah memperpanjang misi pencarian dua kali sejak dimulai sesaat setelah pesawat itu dilaporkan jatuh ke laut pada 29 Oktober.

Sebanyak 196 kantong berisi bagian tubuh telah ditemukan dari bawah air, dengan 79 korban telah diidentifikasi oleh Rumah Sakit Polisi Kramat Jati pada Jumat malam.

Keluarga korban berpartisipasi dalam doa massal di atas dua kapal Angkatan Laut di Laut Jawa Selasa lalu, sehari sebelum Basarnas memutuskan untuk memperpanjang misi penyelamatan untuk kedua kalinya.

Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) akan melanjutkan pencarian perekam suara kokpit (CVR) yang masih hilang, kotak hitam kedua pesawat, dengan bantuan sekitar 10 penyelam Basarnas.

Penyelam telah memulihkan kotak hitam lainnya – perekam data penerbangan (FDR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *