Kapal BPPT mendeteksi sinyal mungkin dari kotak hitam JT610

Kompascom – Kapal BPPT mendeteksi sinyal mungkin dari kotak hitam JT610. KR Baruna Jaya I, sebuah kapal penelitian yang dimiliki dan dioperasikan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Telah menangkap sinyal yang diyakini berasal dari kotak hitam pesawat Lion Air JT610 yang jatuh pada hari Senin.

Pihak berwenang berpacu dengan waktu untuk menemukan perekam penerbangan dari pesawat yang jatuh ke Laut Jawa pada Senin pagi dengan 189 orang di dalamnya untuk mendapatkan informasi utama untuk membantu penyelidikan insiden.

“Insya Allah InsyaAllah kami menemukan indikasi sinyal dari kotak hitam berdasarkan penelusur pinger,” kata M. Ilyas, kepala teknologi survei kelautan di BPPT, seperti dikutip Antara, Rabu.

BPPT menyebarkan pinger finder untuk mendeteksi sinyal dari kotak hitam pesawat pada Rabu pagi, kata Ilyas. Sementara transponder Ultra-Short BaseLine (USBL) telah dikerahkan sejak fajar.

Dalam upaya untuk menemukan kotak hitam, pihak berwenang telah menggunakan peralatan berteknologi tinggi yang tersedia menggunakan kapal KR Baruna Jaya I, katanya.

Sementara itu, Tris Handoyo, kepala tim pencarian dan penyelamatan penerbangan JT610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Mengatakan operasi di atas kapal KR Baruna Jaya I memprioritaskan pencarian bawah laut.

Pihak berwenang mengerahkan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) setelah sinyal kotak hitam terdeteksi. “Setelah kami mengambil sinyal, ROV dikerahkan untuk mengambil visual bawah laut,” kata Tris.

Penerbangan Lion Air JT610 sedang dalam perjalanan ke Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dari Jakarta ketika jatuh ke Laut Jawa, 7 mil laut utara Tanjung Bungin, Karawang. Ke-189 orang di dalamnya terdiri dari 181 penumpang, dua pilot dan enam anggota awak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *