Citilink melihat rute baru dari Banyuwangi ke Kuala Lumpur

Kompascom – Citilink melihat rute baru dari Banyuwangi ke Kuala Lumpur. Anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink, telah mengungkapkan rencana untuk membuka rute internasional baru dari Banyuwangi di Jawa Timur ke Kuala Lumpur di Malaysia pada hari Selasa.

“Hari ini kami berada di Banyuwangi untuk memperkuat rencana rute internasional ini serta memeriksa persiapan Bandara Blimbingsari di Banyuwangi untuk menjadi bandara internasional,” kata direktur komersial PT Citilink Indonesia Andy Adrian Febriyanto dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Andy mengatakan Banyuwangi dianggap sebagai pasar yang menjanjikan, karena karakteristik pariwisatanya sangat menarik bagi wisatawan Malaysia, dimulai dengan budaya dan lansekap ke karakter lokal dan masakan.

“Kecenderungan saat ini di kalangan wisatawan Malaysia adalah wisata petualangan, seperti hiking di taman nasional. Banyuwangi memiliki semua itu dengan Kawah Ijen dan taman nasional Meru Betiri dan Alas Purwo,” tambahnya.

Kedekatannya dengan Bali adalah faktor pendukung, yang memungkinkan wisatawan untuk mengunjungi Bali setelah menjelajahi Banyuwangi.

Penerbangan operasi pada rute langsung diharapkan akan dimulai pada kuartal keempat tahun ini, setelah selesainya peningkatan infrastruktur di Bandara Blimbingsari.

Operator bandara milik negara Angkasa Pura II saat ini mendorong perbaikan landasan udara dan apron, karena bandara akan melayani untuk menyambut delegasi ke pertemuan IMF-Bank Dunia yang akan diadakan di Bali pada bulan Oktober.

“Kami berencana menggunakan pesawat Airbus A320 untuk rute baru,” kata Andy.

Citilink sudah melayani rute langsung antara Jakarta dan Banyuwangi dengan dua penerbangan sehari.

“Pengembangan rute Jakarta-Banyuwangi sangat bagus, dengan load factor 80 persen. Itu sebabnya kami sangat optimis tentang rute internasional ini,” tambahnya.

Manajer umum Bandara Blimbingsari, Anton Marthalius mengatakan perkembangan bandara berjalan dengan baik. Pada tahun 2011, jumlah penumpang yang dilayani hanya tumbuh 7,826 orang dari tahun sebelumnya, tetapi jumlah penumpang baru telah meningkat lebih dari 2.300 persen, mencapai 188.949 pada tahun 2017.

“Tahun ini, perkembangannya juga positif. Rata-rata kami melayani 1.000 penumpang per hari. Selain akhir pekan, load factor pada hari kerja juga tinggi,” tambah Anton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *