Kompascom – Tes DNA mulai mengidentifikasi korban kecelakaan Lion Air. Polisi telah memulai tes DNA untuk mengidentifikasi korban dari penerbangan Lion Air JT610. Yang jatuh ke Laut Jawa pada Senin pagi, dan telah mengumpulkan sampel DNA. Dari 152 saudara di Rumah Sakit Polisi Bhayangkara di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Wakil kepala polisi nasional, Comr. Jenderal Ari Dono Sukamto mengatakan bahwa setidaknya 15 dokter forensik dan ahli DNA bekerja untuk mengidentifikasi bagian-bagian tubuh yang Badan Penyelamat dan Pencarian Nasional (Basarnas) telah pulih dari Laut Jawa.

“Personel gabungan sejauh ini telah mengumpulkan 24 kantong mayat. Beberapa berisi bagian tubuh korban bukan tubuh utuh,” kata Ari pada konferensi pers pada hari Selasa.

Kepala Basarnas M. Syaugi menyatakan bahwa 10 tas tubuh berisi bagian-bagian tubuh, dan bahwa 14 kantong. Yang tersisa berisi puing-puing dari pesawat dan barang-barang pribadi yang diduga milik korban kecelakaan.

Kesedihan terlihat jelas di fasilitas rumah sakit ketika keluarga menangis dalam diam sambil memegang ijazah. Kartu identitas keluarga dan dokumen lain yang mungkin membantu mengidentifikasi korban.

Kontrol lalu lintas udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta kehilangan kontak dengan pesawat sesaat setelah lepas landas pada pukul 6:20 pagi pada hari Senin. Pesawat dijadwalkan tiba pada pukul 07.20 pagi di Bandara Depati Amir di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Pesawat itu membawa 189 penumpang, terdiri dari 178 penumpang dewasa, tiga anak di bawah umur, dua pilot dan enam awak kabin.

Secara terpisah, Kapolda Jawa Barat Insp. Jenderal Agung Budi Maryoto meminta penduduk setempat untuk membantu pihak berwenang. Dalam operasi SAR (pencarian dan penyelamatan) untuk mencari awak dan penumpang pesawat yang jatuh.

“Saya meminta warga dan nelayan untuk bergabung dengan patroli pantai di sepanjang garis pantai, karena ombak datang ke arah ini [ke Pantai Pakisjaya],” kata Agung seperti dikutip oleh kantor berita Antara.

Mereka yang menemukan puing-puing pesawat atau jasad korban harus segera melapor ke tim gabungan yang siaga di pos di Pantai Pakisjaya. Agung menyarankan, menambahkan bahwa informasi itu akan diteruskan ke pos komando SAR di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *