Meteor Raksasa Diperkirakan Akan Menabrak Bumi Pada Tahun 2019

Image result for meteor besar hantam bumi

isu tentang ancaman meteor berukuran besar yang akan menghantam bumi pada tahun 2019.
Kabar itu disebut merupakan peringatan resmi dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).disebutkan bahwa NASA memprediksi akan adanya
benturan antara meteor dengan atmosfir bumi pada tahun 2019 yang menjadi ancaman serius bagi planet bumi.

 

 

 

Media sosial sedang dihebohkan dengan adanya isu tentang ancaman meteor berukuran besar yang akan menghantam bumi pada tahun 2019.
Kabar itu disebut merupakan peringatan resmi dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).disebutkan bahwa NASA memprediksi akan adanya
benturan antara meteor dengan atmosfir bumi pada tahun 2019 yang menjadi ancaman serius bagi planet bumi.

Image result for meteor besar hantam bumi

Disebutkan juga bahwa benturan itu akan mengakibatkan suhu bumi memanas, kebakaran hutan dan terbentuknya awan debu tebal yang membuat
bumi gelap gulita selama satu bulan.Di media sosial, kutipan berita ini kerap disangkutpautkan dengan datangnya akhir zaman atau kiamat. Bahkan
ada beberapa yang menyebarkan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2019. Hal ini membuat masyarakat resah dan ingin mencari tahu kebenaran
tentang isu ini.

Setelah melakukan penelusuran, diketahui kabar mengenai ancaman hantaman meteor pada 2019 ini sudah ada sejak tahun 2002.Sebuah artikel
pada 25 Juli 2002 menuliskan bahwa peneliti asal Inggris dan AS memperkirakan sebuah asteroid besar akan menghantam bumi pada 1 Februari 2019.
Para ahli astronomi di New Mexico menemukan asteroid 2002 NT7 pada 5 Juli 2002. Mereka lalu memperkirakan asteroid yang berdiameter sekitar 2
sampai 4 kilometer itu berkemungkinan menghantam bumi pada 1 Februari 2019 dengan kans 1 banding 60.000.

Image result for meteor besar hantam bumi

Kabar itu pun mengejutkan masyarakat Inggris. Seorang anggota parlemen Inggris, Lembit Opik bahkan mendesak pemerintah untuk tidak mengabaikan
ancaman itu. Ia menyatakan asteroid yang bergerak dengan kecepatan 28 kilometer per detik itu dapat menyebabkan gelombang pasang, kebakaran besar
dan aktivitas gunung berapi.

Karen Masters (associate professor di Haverford College Pennsylvania) juga mengimbau agar publik tidak gampang termakan pemberitaan media dan
harus terus bersikap skeptis.Ia menganjurkan agar publik meninjau situs-situs resmi badan antariksa nasional setempat atau badan antariksa asing seperti
laman Asteroid Watch dan Near-Earth Object Program yang dikelola NASA, agar tidak termakan tentang informasi atau berita hoaks seputar asteroid yang
menghantam Bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *