Kisah Mistis Gunung Merbabu dari Cerita Para Pendaki

KompasNews – Bagi para pendaki, Gunung Merbabu di Jawa Tengah merupakan salah satu spot yang wajib disambangi. Keindahan dan eksotisme gunung yang memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut ini membuat setiap orang tak mampu berpaling darinya.
Sehingga wajar saja, setiap pendaki yang menyempatkan diri berkelana di Gunung Merbabu pastinya akan mengabadikan momen terbaik mereka.
Puluhan foto-foto tersebut kemudian bertengger manis di setiap akun media sosial para pendaki, seakan mengajak setiap orang yang melihatnya untuk merasakan pengalaman yang sama.

sekop123.com

Tapi di balik semua foto-foto indah dan mengagumkan itu, ada perjalanan seru dengan berbagai cerita di dalamnya. Mulau dari kisah senang, sedih, seru, hingga kaya mistis yang bisa membuatmu bergidik ngeri.
Walau terasa tidak menyenangkan, kisah mistis selama perjalanan di Gunung Merbabu menjadi ‘bumbu-bumbu’ dalam proses menuju puncak dan menaklukkan tantangan. Seperti apa kisahnya?
Simak lima kisah mistis di Gunung Merbabu yang kumparanTRAVEL kupas dari para pendaki.

Anak-anak Hutan di Jembatan Setan

Cerita pertama datang dari seorang karyawan lembaga pemerintahan yang berasal dari Semarang bernama Otniel Adityo (23). Pada tahun 2015, Otniel mendaki Gunung Merbabu via Cuntel, Salatiga, bersama dengan temannya.
Saat sedang mendaki, Otniel melihat anak-anak berlarian di sekitar jembatan setan. Jembatan setan adalah julukan salah satu trek pendakian ekstrem di Merbabu yang berbatasan langsung dengan tebing. Pada kumparanTRAVEL Otniel bercerita bahwa ia hampir menjadi korban ‘anak-anak hutan’.
“Kata temanku yang punya kemampuan lebih, bocah yang berlarian itu dikenal sebagai anak-anak hutan, katanya mereka tinggal di bawah jurang dan biasanya memanjat ke jembatan untuk bikin pendaki tersesat.
Karena biasanya pendaki yang kelelahan mudah berhalusinasi dan kasihan ke anak-anak itu. Padahal kalau mereka diikuti, yang ada pendakinya yang bakal tersesat,” ungkapnya saat dihubungi via pesan WhatsApp.

Sosok Bayangan Misterius di Sabana I

Azwar Annas (30) adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan media digital di Jakarta. Selama rentang tahun 2013-2015, ia sudah menjajaki Gunung Merbabu sebanyak sembilan kali. Tapi, selama sembilan kali pendakian, ia baru satu kali merasakan pengalaman bertemu makhluk astral di Merbabu.
Kejadian tersebut bermula pada tahun 2014, saat itu ia sedang mendaki bersama rombongan pendaki lainnya. Karena kelelahan dan tidak kuat, ia dan rombongan berhenti di Sabana I, yaitu sebuah area padang rumput yang berada di pertengahan Pos 2 dan Pos 3.

“Secara pribadi sih aku enggak pernah dengar mitos Merbabu, karena orang yang mau naik gunung itu seharusnya enggak boleh tahu dulu supaya tidak terbebani. Waktu itu, kondisinya malam hari sekitar kurang dari jam 12, kita memutuskan untuk istirahat karena enggak kuat.

Lagi istirahat, aku enggak sengaja lihat bayangan hitam gede banget, kayak pepohonan. Padahal, kan logikanya di sabana mana ada pohon.
Dan kondisinya juga bulan purnama, jadi terang banget. Karena penasaran, aku tanya ke teman aku, siapa tahu ada yang lihat bayangan hitam gede, tapi katanya dia enggak lihat,” ceritanya.
Ia baru menyadari bahwa bayangan itu adalah makhluk astral setelah mendengar penuturan warga lokal ketika pria asal Rembang tersebut menceritakan kisahnya setelah turun gunung.

Adanya Lutung yang Mengikuti Para Pendaki

Selain bayangan hitam besar, pada salah satu perjalanan Azwar, ia pernah menemukan seekor lutung mengawasi perjalanannya. Menurut penuturannya, lutung tersebut bergelayutan dari satu pohon ke pohon lain sambil mengawasi pendaki.
“Lutungnya sendirian, bentuknya seperti monyet besar gitu, diam di atas pohon, sambil ngeliatin dari atas dan ngikutin pas lagi di jalan,” cerita Azwar.

Kuntilanak yang Bergelayut di Kaki Pendaki

 

Masih cerita milik Jonathan, ternyata bukan hanya diikuti oleh sosok hanoman, rombongannya juga ‘diganggu’ oleh kuntilanak. Kejadian ini bermula saat kekasih Jonathan mengambil jahe yang berada di kawasan gunung.
“Pas mau turun gunung, ada kuntilanak yang bergelayut di kaki pacarku, kayak pegangan gitu di pergelangan kakinya. Karena digelayutin, lututnya dia jadi cedera, kakinya sakit gitu. Untungnya enggak terlalu parah, tapi ya turunnya jadi mesti harus dituntun,” kata Jo.
Percaya atau tidak, inilah salah satu bentuk kearifan lokal yang bisa kamu temui saat berada di Gunung Merbabu. Meski tak seluruhnya dapat dipahami melalui ilmu pengetahuan, gunung sebenarnya akan selalu menjadi tempat yang aman dan menarik asalkan kamu berniat dan bertutur kata baik.

Ini cerita mereka, bagaimana denganmu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *