Inilah Beberapa Kota Penduduknya Mayoritas Wanita, Ada Indonesia Lho!

Kompascom –  Kamu yang menyukai DC pasti tahu tentang keunikan Pulau Paradise atau penggemar anime yang “khatam” dengan Amazon Lily. Ya, keduanya merupakan sebuah pulau yang penduduknya hanya ada wanita, tanpa pria satu pun.

Salah satu tempat terbaik untuk mencari jodoh, ya? Tenang, hal tersebut tampaknya bisa kamu wujudkan di dalam dunia nyata.

Noiva do Cordeiro, Brasil

Noiva do Cordeiro sangat populer dengan sebutan kota tanpa pria. Ada sekitar 600 wanita dengan rentan usia antara 20 hingga 35 tahun di kota di tenggara Brazil ini.

Para pria dewasa (umur 18 tahun ke atas) diminta melakukan urusan mereka jauh dari rumah, hanya boleh kembali di akhir pekan saja. Semua urusan kota sepenuhnya dijalankan para wanita.

Mereka percaya dengan begitu, kota lebih teratur, cantik, dan lebih tenteram. Tak ada larangan bagi mereka untuk menikah, tapi para pria harus siap dengan segala aturan mutlak yang berlaku.

Sakaka, Arab Saudi

Sama halnya dengan Brazil, Sakaka di Al Jawf bagian barat Arab Saudi hanya ditinggali wanita. Pasalnya, Arab Saudi sangat tegas dalam menjaga wanita dan pria yang belum menikah.

Aturannya juga lebih ketat, mereka harus menjaga aturan agama dan dilarang membawa masuk budaya asing. Setiap wanita di Sakaka dilarang berpakaian modis, bertingkah tomboi, menggunakan kamera, telepon seluler, dan internet.

Setiap wanita yang melanggar akan mendapatkan sangsi berat, bahkan siap untuk diusir dari Sakaka.

Suku Kasi, Meghalaya, India

Di suatu kawasan terpencil di negara bagian Meghalaya, India, terdapat suatu desa yang ditinggali Suku Khasi. Meskipun diperbolehkan adanya pria, tapi perlakuannya akan sangat berbeda.

Derajat wanita di sini sangat tinggi. Hal ini sangat terlihat ketika ada bayi baru lahir. Jika bayi tersebut laki-laki, mereka akan tampak biasa. Sedangkan, jika perempuan akan ada perayaan khusus.

Bila suatu keluarga hanya memiliki anak laki-laki, mereka diharuskan mengadopsi anak perempuan. Para pria tidak boleh mewarisi harta kekayaan atau berkuasa sama sekali. Semua harta gono gini, nama marga, dan sebagainya sepenuhnya dipegang wanita.

Desa Wadon, Kabupaten Ngawi, Indonesia

Di Indonesia, tepatnya di Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terdapat sebuah desa yang hanya ditinggali wanita. Setiap wanita yang menikah diberikan dua pilihan, yakni meninggalkan desa atau hidup terpisah dengan suami.

Tak seperti zaman dahulu, Desa Wadon mulai ditinggalkan karena banyak wanita yang ingin hidup normal bersama suami. Para suami hanya boleh datang saat mereka membutuhkan pertolongan untuk membangun serta memperbaiki rumah, mencangkul, dan lain sebagainya.

Selain itu, wanita di Desa Wadon akan melakukan pekerjaan sehari-hari secara gotong royong.

The Other World Kingdom, Republik Ceko

The Other World Kingdom (OWK) merupakan sebuah negara terkecil di dunia yang tergabung Republik Ceko. Negara seluas 3 hektare ini sepenuhnya dikuasai kaum hawa.

Sayangnya, mereka memperlakukan pria secara semena-mena, misalnya menjadikannya sebagai budak. Adanya perlakuan yang sangat diskriminatif tersebut, akhirnya membuat OWK dibubarkan komite dunia.

Danau Lugu, Tiongkok

Terdapat sebuah tempat tinggal Suku Mosuo di kawasan Danau Lugu yang terletak di barat daya Tiongkok. Tempat ini sudah menjadi incaran para turis untuk melihat budaya dan tradisi setempat.

Suku Mosuo terkenal kekuasaan para wanitanya. Wanita akan bekerja mencari nafkah, sementara para pria bertugas layaknya ibu rumah tangga.

Gak hanya itu saja, Suku Mosuo memiliki tradisi “Walking Marriage”. Sebuah ikatan tanpa status, tanpa pernikahan. Hal ini terjadi karena dulu wanita sakit hati ditinggal suaminya yang melakukan perjalanan jauh.

Hingga saat ini, Suku Garo masih menjaga tradisinya dalam mencari jodoh. Para pria akan dikumpulkan dalam barak dan menantikan kehadiran sang wanita. Para wanita bebas menentukan jodoh mereka melalui tradisi tersebut.

Itulah  beberapa lokasi yang kawasannya didominasi para wanita. Apakah kamu masih tertarik untuk mencari jodohmu di sana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *